Thursday, 8 November 2012

Optimisme dan Semangat Baru Untuk Sebuah Kesatuan Bernama “Indonesia”



“Indonesia, sebuah nama yang melambangkan persatuan atas keberagaman rakyat dan kesejahteraan rakyat, sebuah nama atas bangsa yang mandiri, optimis dan mempunyai semangat dalam meraih masa depannya” – Bayu Wicaksono
Images by Google

Indonesia, adalah sebuah tanah air dimana saya tinggal saat ini. Indonesia yang menurut semua orang adalah tanah yang kaya, tanah yang subur dan kaya akan sumber daya alam. Coba kita pikirkan, kekayaan alam apa yang tidak ada di Indonesia? Hampir semua nya tersedia disini.  Semua bangsa di dunia tak ada yang tak tertarik terhadap Indonesia terutama sumber daya alamnya, dapat diperumpamakan “ada gula, ada semut” , maka Indonesia adalah gula yang siap diserbu oleh berbagai macam semut dari seluruh penjuru dunia.  Benar saja,dalam sejarah  Indonesia dibuktikan dari banyaknya penjajah kolonial yang sangat ingin agar Indonesia menjadi tanah jajahan. Mulai dari Spanyol, Portugis, Inggris, Belanda dan Jepang, adalah beberapa bangsa yang sempat menginjakkan kakinya di tanah Indonesia sebagai penjajah, demi  mengeruk keuntungan bagi bangsa mereka sendiri. Pada masa penjajahan, nama Indonesia sangat terkenal sebagai tanah yang banyak memberikan uang, tanah yang dapat memberikan raja mereka makanan, tanah yang dapat membiayai perluasan kekuasan bangsa mereka, tanah yang mampu membiayai peperangan, sebuah tanah maju di timur.
Dalam bingkai penjajahan selama lebih dari 350tahun, bangsa pribumi di Indonesia akhirnya mulai sadar akan pentingnya sebuah kemerdekaan agar tak lagi dapat dimanfaatkan oleh bangsa lain, agar tak lagi dibodohi oleh bangsa lain dan agar dapat membangun kesejahteraan bagi hidupnya sendiri. Akhirnya muncul gerakan revolusi yang menuntut agar Indonesia dapat berdiri menjadi sebuah negara yang merdeka. Melalui persatuan bangsa Indonesia, perjuangan keras dan tumpah darah segenap pahlawan, pada 17 Agustus 1945 akhirnya bangsa Indonesia menjadi sebuah negara merdeka dalam bingkai Pancasila yang diakui oleh dunia internasional. Melalui dinamika kehidupannya Indonesia akhirnya hingga saat ini mampu bertahan dalam menghadapi berbagai macam guncangan yang menerpa. Namun kondisi bangsa Indonesia saat ini sangatlah miris dan memilukan. Bangsa Indonesia kini terlalu manja dengan alam Indonesia yang telah memberikan kenyamanan, bangsa Indonesia kini mulai terlena dengan uang semata, tanpa melalui kerja keras dan usaha. Segala cara akhirnya dilakukan, mulai dari kasus korupsi, kolusi dan nepotisme yang marak terjadi, krisis moral dan bahkan hilangnya jati diri bangsa Indonesia. Pancasila mulai diabaikan. Kesejahteraan hanya berada pada tangan tangan tertentu saja, tidak pada rakyat Indonesia secara keseluruhan. Pemuda pemudi yang seharusnya menjadi sebuah semangat dan optimisme bangsa akhirnya mulai kehilangan kepercayaan terhadap negaranya sendiri, Indonesia.

Images by AnginPhotoWORKS
Memang tak semua bangsa Indonesia mengalami kemunduran, diantaranya masih ada masyarakat yang yang percaya bahwa bangsanya akan maju, mereka masih tetap bekerja dan terus berupaya menjadikan Indonesia yang lebih baik. Ya, saya masih percaya bahwa sang Garuda akan terbang tinggi dan mampu melindungi rakyatnya, saya percaya bahwa Indonesia akan mampu menjadi sebuah bangsa yang maju dan mensejahterakan rakyatnya, terlebih seperti masa lampau bahwa Indonesia akan mampu menghidupi dunia. Selama ini saya melihat banyaknya bangsa Indonesia yang mulai kehilangan kepercayaan terhadap bangsanya sendiri dan mulai apatis terhadap kondisi bangsa ini, hal ini cukup membuat miris hati saya dan cukup membuat saya bertekad bahwa dalam hidup yang saya jalani ini, saya harus mampu membuat bangsa Indonesia menjadi lebih baik. Saya sangat mensyukuri sekali, saya tinggal dalam sebuah keluarga yang terdiri dari berbagai macam perbedaan, baik agama, suku maupun ras, membuat saya lebih menghargai perbedaan yang ada. Selain itu saya tinggal di sebuah rumah di pulau Jawa yang digunakan sebagai tempat kost, dimana penghuninya selalu berasal dari berbagai macam daerah di Indonesia, baik itu dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, bahkan Papua. Hal ini mengajarkan saya akan pentingnya nilai toleransi dan saya sangat menyadari bahwa dari perbedaan inilah bangsa Indonesia dapat tetap hidup melalui semboyan “Bhinneka Tunggal Ika”.
Melalui mereka yang berasal dari seluruh wilayah Indonesia inilah saya mengumpulkan informasi bahwa kehidupan bangsa Indonesia diluar pulau Jawa ini masih terjadi ketidaksetaraan, ketidakadilan dan hidup yang masih kurang nyaman. Mereka adalah Kristina Malo dan Maria Marselina, dua pemudi yang berasal dari Nusa Tenggara Timur yang banyak membuka mata saya tentang kondisi di Indonesia bagian timur dimana pengetahuan, teknologi dan pembangunan nya tak sebaik yang ada di pulau Jawa. Bahwa selain itu banyak sekali masyarakat yang kurang beruntung mengalami berbagai macam kendala dalam mengenyak pendidikan. Melalui mereka saya memberikan semangat dalam membangun Indonesia, paling tidak sepulangnya dari tanah Jawa mereka dapat memajukan derah asalnya. Membuka keyakinan mereka bahwa daerah asalnya punya potensi yang besar untuk dapat digali demi kesejahteraan warganya. Melalui kemampuan bahasa Inggris saya yang bisa dikatakan mampu, saya sedikit-sedikit mengajari mereka bahasa Inggris, memotivasi mereka agar menyerap pengetahuan sebanyak mungkin di tanah Jawa agar mereka bisa mendidik banyak orang yang kurang beruntung di Nusa Tenggara Timur. Melalui mereka, saya menemukan sebuah semangat , optimisme dan tujuan bahwa di masa depan saya akan menjadikan daerah diluar Jawa ini terlebih di Indonesia timur agar menjadi lebih maju dan mandiri, membuat masyarakat disana menjadi lebih sejahtera, dapat mendapatkan akses publik yang lebih mudah, mulai dari kesehatan dan pendidikan. Menjadikan daerah Indonesia yang masih dikatakan tertinggal menjadi daerah yang mandiri dan sejahtera, terlebih dengan keindahan alam kepulauan Indonesia yang sangat mempesona saya sangat ingin membagun industri pariwisata ramah lingkungan, dengan segala keaslian budaya dan kondisi alam yang alami. Selain itu saya juga ingin memajukan industri peternakan di Indonesia agar masyarakat bisa lebih sejahtera. Dan yang terpenting saya sekarang sedang berusaha lakukan adalah membangun pemuda pemudi Indonesia dengan optimisme dan keyakinan bahwa Indonesia bagian manapun yang jauh dari ibukota khususnya Indonesia bagian timur tidak berarti lebih tertinggal dari Indonesia bagian barat, dimana Indonesia timur punya potensi yang sangat besar untuk semakin maju dan mandiri dalam sebuah persatuan dan jiwa nasionalisme yang besar terhadap tanah airnya, Tanah Indonesia.
Images by AnginPhotoWORKS
Selain itu secara keseluruhan di Indonesia, ada banyak sekali masyarakat yang masih kurang memiliki kesadaran dalam mengenyam pendidikan, hal ini juga terjadi pada beberapa orang dalam keluarga besar saya. Dari sini saya mulai meyakinkan mereka akan pentingnya menempuh pendidikan agar dapat bangkit dari keterpurukan dan kemiskinan. Saya membangun sebuah optimisme bahwa tidak ada orang yang bodoh, dimana pintar itu bukan pemberian Tuhan semata namun di dapat dengan usaha keras kita dalam meraihnya. Hal ini memberikan saya semangat untuk belajar lebih giat dan sungguh-sungguh agar kelak nanti saya bisa memajukan pendidikan di Indonesia.
Kondisi bangsa Indonesia memang teridiri dari kemajemukan suku, ras, budaya dan agama yang sangat banyak. Namun selama 67 tahun bangsa Indonesia hidup bersama, nilai persatuan dan toleransi rupanya masih kurang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dari sinilah saya berusaha untuk mensosialisasikan nilai-nilai toleransi dan persatuan yang tinggi agar bangsa Indonesia bisa bangkit bersama-sama dan membangun Indonesia secara bersama-sama.
Sebuah masalah lagi dalam Indonesia adalah bangsanya yang suka menjelek-jelekkan dirinya sendiri, mengalami pesismisme, dan selalu membanggakan bangsa lain. Bisa terlihat dari lebih dipilih dan diakuinya seseorang apabila menggunakan barang dari brand luar negeri, padahal ada barang sejenis dengan kualitas yang lebih baik di produksi oleh brand Indonesia. Disini saya mencoba menggugah masyarakat, dimulai dari keluarga dan teman-teman saya, mencoba meyakinkan untuk mengutamakan membeli produk Indonesia dan mencintai segala yang di produksi bangsa Indonesia. Hal ini agar bangsa Indonesia dapat mandiri hidup dari karyanya sendiri dan tidak bergantung pada karya bangsa lain. Dimasa depannya saya ingin menciptakan Indonesia yang tidak hanya mampu menjual bahan mentah saja keluar negeri, namun Indonesia mampu menciptakan produk siap pakai yang kualitasnya diakui dunia internasional. Lagi-lagi optimisme, terhadap karya sendiri adalah hal yang dapat membangun Indonesia yang mandiri.
Dengan kondisi saya yang masih berstatus sebagai pelajar ini, saya menyadari bahwa saya mempunyai keterbatasan dalam berupaya dalam memajukan Indonesia, tapi setidaknya saya dapat menyebarkan semangat optimisme dan keyakinan kepada seluruh pemuda-pemudi di Indonesia bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa yang sangat kaya, bangsa yang besar dan bangsa yang disegani bangsa lain, dan menyatukan segenap bangsa Indonesia untuk dapat bersama-sama membangun Indonesia yang lebih maju, sejahtera, adil, aman, damai dan tetap dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia. Mari pemuda dan pemudi Indonesia, kita tunjukkan kemampuan kita agar kita tak lagi ditindas dan dianggap remeh oleh bangsa lain... Dengan keyakinan, optimisme, kerja keras dan do’a, Indonesia pasti bisa!

 Ini aksi kecil dan impianku untuk membangun Indonesia? Kamu bagaimana? 

No comments:

Post a Comment