Sunday, 28 April 2013



Suhu udara pagi ini membangunkanku lebih awal dari biasanya, memaksaku untuk lebih awal membuka mata  dan terjaga.

Bagi sebagian orang, suhu 16'C akan terasa dingin yang sangat menusuk ke dalam tulang, namun bagiku ini adalah hal yang menyenangkan, entah mengapa rasa dingin ini bisa terabaikan dengan mudah bagi fisikku. Kubuka jendela kamarku untuk melihat sekitar, embun pagi masih membasahi dedaunan yang nampak bersemangat menyongsong indahnya hari ini, dan burung-burung dengan leluasa berkicau diatas pepohonan.

Setetes embun yang jatuh menarik perhatianku pagi ini, tetes air itu jatuh, meresap dalam tanah, dan kemudian tampak menghilang. Kulihat alam sekitar begitu mudah mengikuti ritme hidup yang telah terukir sejak awal mula terciptanya kehidupan. Sungguh Tuhan menciptakan semua dengan detail yang menakjubkan yang tak akan pernah ada satupun makhlukNya yang dapat berkarya seperti ini.

Kulihat langit pagi ini, nimbostratus masih bertengger tenang jauh diatas langit biru. Menikmati singgahsananya di pagi hari, membiaskan cahaya matahari dengan indah dan menciptakan pencahayaan pagi yang menawan. Manusia hilir mudik melakukan pekerjaannya, memulai kehidupan hari ini dengan aktivitasnya masing-masing diantara tenangnya alam sekitar. Berjalan dinamis antara alam dan manusia, namun berada dalam ancaman kesenjangan antara alam dan aktivitas manusia. Akankah pagiku akan selalu seindah ini? akankah kita menikmati pagi seindah ini di masa yang akan datang? Kami manusia selalu berharap seperti itu.....

1 comment: